Mukti Sutarman Espe : Takjil

Berkah puasa dengan takjil istimewa.

Mukti Sutarman Espe

Takjil

semangkuk kolak pisang nangka
kukirim sebagai pembatal puasamu
mahgrib ini
nikmatilah
sesendok-sesendok
sembari menzikirkan sebuah nama
yang sembunyi di sebalik gembur tanah
menjadikan pohon pisang dan kelapa lebat berbuah
sembari membayangkan leluhur kita tersenyum di surga
menyaksikan kau - aku masih bersetia
merawat jejak pusaka : laku bertetangga
berbagi tanpa menghitung rugi laba
tapi ini kali kepadamu aku hanya mengirim semangkuk saja
sebab bermangkuk lainnya kukirim juga untuk para tetangga
yang berumah di sebelah sini dan di sebelah sana
biar hari ini puasa kita dan mereka batal oleh takjil sama
semangkuk kolak pisang nangka yang kubuat dengan seiris cinta
jangan bertanya kenapa seiris cuma
cinta mesti dibagi ke apa dan sesiapa
biar cuaca tak mudah terbakar terik
dan di segala musim matahari selalu lindap
semangkuk kolak pisang nangka
kukirim sebagai takjil pembatal puasamu
mahgrib ini
makanlah, wahai para kekasih
2017
Mukti Sutarman Espe , Lahir di Semarang. Menulis puisi sejak tahun 80-an. Puisi karyanya tersiar di sejumlah surat kabar; di antarnya Kompas, Suara Pembaruan, Republika, Suara Merdeka, Kedaulatan Rakyat, Solo Pos, Koran Merapi.
Selain itu puluhan buku Antologi Puisi bersama juga memuat puisinya; seperti Hijau Kelon & Puisi, Bayang Bayang Menara, Negeri Laut, Gelombang Puisi Maritim, 100 Puisi Qurani, Lumbung Puisi IV : Margasatwa